Kamis, 10 Mei 2012

Like-Obsessed-Love

Sulit membedakan antara suka, cinta, atau obsesi. Itu sangat tipis seperti kumis semut rangrang, dan itulah yang tengah aku pikirkan akhir-akhir ini.
Aku sedang tidak dalam keadaan gila, apalagi dalam pengaruh drugs (nyoba aja blm pernah), aku masih sadar karena baru saja aku sholat malam.

Jadi gini, ceritanya dulu bgt aku pernah tertarik sama anak guru fisika sekolah pindahanku. Dia cantik, putih, pinter nyanyi, ceria, lah close to perfect deh setelah kenal dia. Jujur aja aku pindah kesekolahnya bukan karena dia, tapi memang karena kenakalanku di sekolah lama.
Tapi disana aku perlahan menemukan semangat belajar, dan bukan hanya itu; aku juga menemukan pubertasku yakni menyukai lawan jenis atau gadis. Dia adalah objek kalimat diatas yang telah dijelaskan ke-indahannya tadi.
Aku suka dia sejak awal melihatnya, aku hampir melupakan hal-hal yg menjadi imej ternampakku yakni akrab. Didepan dia aku sangat cuek ek ek, cuma kadang aku bicara dengan talkstyle yg bikin dia gak nyaman. Sengaja, aku hanya tak ingin dia mengetahui apa yg aku rasain, karena saat itu dia terlalu tinggi buat debu sepertiku. Aku TIDAK pernah menunjukan apapun yg special sama dia, cuek aja intinya mah.
Aku memerhatinya dari jauh, rasio yg tidak ia sadari.
Karena dia, aku belajar main musik. Mungkin juga karena dia, nilai-nilai pelajaranku membaik.

Selulus dari sekolah itu aku tak pernah melihatnya lagi, karena dia pergi jauh untuk melanjutkan sekolahnya. Dan harus aku akui seperginya dia, aku mencoba "belajar" memahami wanita, aku mendekati beberapa gadis semasa kelas X. Sampai akhirnya aku kenal dengan yg namanya internet, aku register pada facebook saat itu. Aku iseng mencari nama dia, dan menemukannya dan aku add dia dengan foto yg sangat tidak asing.

Jarang sih kontekan sama dia, lagian aku lagi pacaran saat itu. Singkat cerita, dia pindah ke sebuah sekolah deket sekolahku; ya jelas aku terkejut saat liat dia dianter entah ayahnya waktu di marga. Selama dia sekolah disana juga gak pernah aku buat modus sama dia, aku hanya anggap dia teman smp.

Tapi, beberapa waktu lalu ia mendekati dengan sangat special. Dia sering sms sama telfon. Gak tau maksud dia apa, aku respon aja.
Terbawa suasana, perasaan dulu jadi muncul dan muncul. Hingga dia ngejauh, sifat posesif aku kambuh dan aku bilangin perasaan aku sama dia.
Memang tak ada jawaban, tapi aku tau jawabannya adalah C *eh?* ditolak. SMS aku jarang dibales dan telfon juga direject atau dibiarin sampe tulalit sejak aku ungkap sama dia.

Aku tahu dia deket sama beberapa cowok. Diantarnya mantan cwo SMPnya, mantan kemarin, dan temen deketku.
Tentu sebagai cowok aku cemburu, di lain sisi aku pesimis atau tau diri lah. Tapi, saat aku benar-benar ingin lupain dia, aku makin sayang sama dia, dan semua itu sangat galau.

Entahlah cerita ini pabeulit atau gimana--juga entah ini suka doang, obsesi, atau cinta sejatiku.
Cuma aku sayang dia, banget. Selalu inget dia, kangen pastinya.
C

waslam, atip.

0 kocatat(s):

Posting Komentar

Comment as you like, but keep respect :)

Popular Entries

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More