Assalamu'alaikum,
Masih di bandung dan terus menginginkan suasana rumah.
Disini, sebuah kosan yang syarat akan kebebasan, saya harus mengakui jenuh dengan kegiatan perkuliahan yang tak kunjung dimengerti. Hampir setiap jadwal jam 7 pagi saya harus merelakan absen saya kosong.
Tak pernah terpikirkan bagaimana peran seorang ibu yang dulu setia membangunkan saat waktu subuh tiba, ia selalu membangunkan seluruh anggota keluarga untuk menunaikan sholat. Dan disini saya harus bangun sendiri, lantas hanya alarm ponsel atau saudara yang bangun karena terganggu suara ponsel saya sendiri. Apalagi kemarin saat saya harus menampar kening karena tidak mengikuti 2 UTS. Dan itu jelas karena kemalasan saya dalam bangun tidur. Semuanya kembali kepada niat dan ketulusan, hal tersebut sangat sulit saya miliki dengan sempurna, semuanya serba tanggung dan cenderung tidak serius sama sekali. Terlebih saya terbebani dengan sebuah kisah melankolis yang tak kunjung mencerah, semakin saya larut dari ini, semakin hilang konsentrasi saya akan belajar.
Entahlah, mungkin saya harus pulang hanya untuk merefresh kondisi saya. Semua masalah saya harus saya delay beberapa waktu, dan banyak yang tak bisa dilakukan. Contohnya kuliah, beberapa minggu kedepan saya harus menghadapi UAS yang sangat saya tunggu.
Tantangan kembali datang dengan ketakutan akan nilai buruk yang seakan berpangku tangan didepan, belum prasyarat mata kuliah agama yang mengharuskan saya membayar mahal dan kelelahan akan kegiatan SSG.
Adik saya, ya adik saya menginginkan saya pulang.
Sangat melelahkan.
Ratingnya: 5

Subscribe
Twitter
Facebook
0 kocatat(s):
Posting Komentar
Comment as you like, but keep respect :)