Sambil aku ngantuk, nulis sedikit klise dari kepala yg lagi migren. Daripada bingung mikirin cewek yg jelas gak sukai aku, mending mikirin yg lain. Kali ini aku punya argumen level cemen tentang populer (ciee)..
Gak terlalu khusyu nulis catatan hari ini, karena tadi sambil nonton kartun masa kecil, Tom & Jerry. Jadi gini, aku mikirin mereka yang punya beribu teman di facebook atau follower lebih banyak dari following di twitter. Ceritanya mereka "populer" dg serangan like dan tumpukan mention super padet. Lah ? Aku kenapa ? Rugi ? Enggak, Masalah ? enggak, apa dong ? Jadi gini (Part II), aku punya pandangan buat mereka sebelum dan sesudah kenal sama berbagai sosnet itu, tepatnya facebook dan twitter. Diantaranya:
Sebelum mereka kenal dgn 2 sosnet biru itu, aku yakin mereka anak muda yg terbuka, ramah dan juga ceria karena kehidupan mereka terjalin langsung dgn orang-orang disekitarnya.
Coba lihat setelah mereka di-kepo-kan dgn field share atau tweet dan "populer", mereka tampil dgn lifestyle yg dibumbui kesombongan beraroma angkuh, monoton dan juga relatif menyendiri. Why not ? Mereka itu cenderung memilah teman yg akan mereka jadikan teman, misalnya yg lebih stylish, kece, kaya, dan juga cakep tentunya. Lihat juga behaviour mereka, pasti sering bermain gadget atau ponsel entah saat mereka dijalan, makan, atau pasti sebelum tidur sekalipun. Jangan lupa moody mereka, biasanya akibat kegalauan wireless broadband itu mereka sering lihat profil, TL, atau avatar do'i yg udah bikin dia galau. Akibatnya, mereka sering menyendiri dan jarang curhat akan masalah/galau mereka.
Sebagian orang mungkin atau pasti tidak begitu. Ajigg!, tulisannya agak runyem gak kebaca di draft favorite, tadi ngantuk berat.
Aku juga bisa digolongkan dg mereka, cuma aku gak punya terlalu banyak teman di facebook atau followers di twitter.
Mungkin gitu aja catatan di konsep, aku males nambahin, tinggal retype aja disini.
Ini bukan masalah fiktif atau fakta, tapi ini soal kesadaran dan keinginan merubah diri menjadi lebih baik.
Waslam, atip