Sabtu, 22 Desember 2012

Privacy

Assalamu'alaikum, ada yang kenal saya ? ╋╋ム ╋╋ム ╋╋ム.

Tetap di sebuah kesendirian gadang time dengan keadaan kosan yang antah berantah, sendiri seperti cakra khan ditinggal teman kosan dan tamu kosan yang tertidur pulas.

Pagi ini saya ingin memberikan sedikit argumen tentang privasi menurut saya (ingat, menurut saya).
Bagi saya, privasi adalah sebuah hak pribadi/individual yang orang lain tidak bisa harus tau/perduli akan hak tersebut.
Contohnya gini, akhir-akhir ini sudah gak tenar lagi tuh gaya screen name facebook yang kaya status tersebut, yah kemarin saya sempat membaca sebuah status seorang cewek yang entah kenapa sangat gundah akan orang yang memiliki akun facebook bernama panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget.

Kelihatannya wajar-wajar aja sih, tapi kayaknya berlebihan deh, atau udah lebay ?. Menurut saya keduanya lebay juga sih, yang satu bikin susah temennya nyari akun dia, yang satu perhatian banget ngereview akun orang, dan saya kenapa musti bikin posting kayak gini.

Ya Sudahlah, biarkan anda sendiri yang menilai apa inti catatan pagi ini. Kurang lebihnya, saya minta maaf.
Selamat pagi dan Wasalam (:

Rating: 5

Jumat, 21 Desember 2012

Lelah

Assalamu'alaikum,
Masih di bandung dan terus menginginkan suasana rumah.
Disini, sebuah kosan yang syarat akan kebebasan, saya harus mengakui jenuh dengan kegiatan perkuliahan yang tak kunjung dimengerti. Hampir setiap jadwal jam 7 pagi saya harus merelakan absen saya kosong.
Tak pernah terpikirkan bagaimana peran seorang ibu yang dulu setia membangunkan saat waktu subuh tiba, ia selalu membangunkan seluruh anggota keluarga untuk menunaikan sholat. Dan disini saya harus bangun sendiri, lantas hanya alarm ponsel atau saudara yang bangun karena terganggu suara ponsel saya sendiri. Apalagi kemarin saat saya harus menampar kening karena tidak mengikuti 2 UTS. Dan itu jelas karena kemalasan saya dalam bangun tidur. Semuanya kembali kepada niat dan ketulusan, hal tersebut sangat sulit saya miliki dengan sempurna, semuanya serba tanggung dan cenderung tidak serius sama sekali. Terlebih saya terbebani dengan sebuah kisah melankolis yang tak kunjung mencerah, semakin saya larut dari ini, semakin hilang konsentrasi saya akan belajar.

Entahlah, mungkin saya harus pulang hanya untuk merefresh kondisi saya. Semua masalah saya harus saya delay beberapa waktu, dan banyak yang tak bisa dilakukan. Contohnya kuliah, beberapa minggu kedepan saya harus menghadapi UAS yang sangat saya tunggu.
Tantangan kembali datang dengan ketakutan akan nilai buruk yang seakan berpangku tangan didepan, belum prasyarat mata kuliah agama yang mengharuskan saya membayar mahal dan kelelahan akan kegiatan SSG.

Adik saya, ya adik saya menginginkan saya pulang.

Sangat melelahkan.























Ratingnya: 5

Popular Entries

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More