Minggu, 03 Juni 2012

Alhamdulillah

Selamat siang minggu, alhamdulillah kamu bisa menyambutku dengan cerah, memberikan ruang untuk aku bernafas dari problema yang aku nikmati.

Selamat siang burung merdu, alhamdulillah kamu bisa membuat alunan dahsyat di siang minggu ini, memberikan banyak arti dari beberapa perasaan aku, dia, dan kehidupan.

Rongga mulutku telak dengan minuman manis ini, membakar kalori yang entah berantah jumlahnya dalam lambung. Alhamdulillah, kopi ini menemani keramaian suasana paragraf sebelumnya.

Memori, terlalu manis rasa kopi ini bila mengingat namamu. Memang tak setiap waktu, tetapi sering dan aku addicted. Akui saja bahwa kebingungan melanda saat aku harus memberikan solusi hebat untukmu, demi membuatmu tertawa bersama, menjerit di suasana hijau, dan bebas dari preassure siapapun. Tidak bisa, namun terus mencoba dan berfikir akan hidupmu (juga) hidupku. Alhamdulillah, meski masih jauh dari sepenuhnya, perlahan aku mengerti.

Terlalu dini, bila mengatakan masa depan. Namun bila memang ada kesempatan untuk menentukannya, kapan lagi bila bukan sekarang ?. Hidup ini pilihan;

lahir-sekolah-bekerja-mati
begitulah 4 kata yang mewakili kunci hidup. Alhamdulillah, di langkah kedua ini, aku tengah merintis pemisah antara kedua dan ketiga.

Entahlah, tak ayal semua teks diatas bisa mereka mengerti. Jari ini memang mungkin tidak sinkron dengan otak, tapi mengapa masih saja menekan tiap huruf di tombol ini. Sudahlah, rumit hanya untuk pengecut. Bersyukur terlebih dulu, baru mencoba menggapai apa yang lebih dari yang di syukuri.

Alhamdulillah
5

0 kocatat(s):

Posting Komentar

Comment as you like, but keep respect :)

Popular Entries

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More