Sabtu, 12 Januari 2013

Stick(y) Toghether

Assalamu'alaikum,

Welcoming this UAS opening, i've great exercise with my life. Even the best in to the worst or the inverse.

First, 
I've found a trenmendous feeling to the girl here, She makes me like a robot who loose his battery. And finally she's gone, and the robot know who is he. He's something without her, but He's specialthing with her.

The second,
Calculus, the easiest college study (says the docent) and I got mad, yes i got mad at the final test of this summer. Even i didn't pass for a single number. Dammit!!.

The third,
I don't think about any problem that was happened here, i just wanna to make it better.
Actually i want to make the first paragraph clearly fine.
I have to make the second better also.
and You don't need to read this section really.



***

Adele - Rolling in the Deep


There's a fire starting in my heart
Reaching a fever pitch,
And it's bringing me out the dark
Finally I can see you crystal clear
Go ahead and sell me out
And I'll lay your ship bare
See how I'll leave with every piece of you
Don't underestimate the things that I will do

There's a fire starting in my heart
Reaching a fever pitch
And it's bringing me out the dark

The scars of your love remind me of us
They keep me thinking that we almost had it all
The scars of your love,
They leave me breathless
I can't help feeling

We could have had it all
Rolling in the deep
You had my heart inside of your hand

And you played it with a beating


Baby, I have no story to be told
But I've heard one of you
And I'm gonna make your head burn
Think of me in the depths of your despair
Making a home down there
As mine sure won't be shared

The scars of your love remind me of us
They keep me thinking that we almost had it all
The scars of your love,
They leave me breathless
I can't help feeling

We could have had it all
Rolling in the deep

You had my heart inside of your hand

And you played it with a beating


We could have had it all
Rolling in the deep
You had my heart inside of your hand
And you played it with a beating

Throw your soul through every open door
Count your blessings to find what you look for
Turn my sorrow into treasured gold
You pay me back in kind and reap just what you sow


We could have had it all

We could have had it all

It all, it all, it all


We could have had it all

Rolling in the deep

You had my heart inside of your hand

And you played it with a beating


We could have had it all

Rolling in the deep

You had my heart inside of your hand


And you played it(?)
You played it(?)
You played it(?)
You played it to the beat(?).


Ratingnya: 5

Kamis, 03 Januari 2013

Complicated

Assalamu'alaikum,
Hai, apa kabar ?
Emang ada orang ya disini ? atau cuma Google bot aja yang mondar-mandir disini ? nevermind saha lah, saya cuma pengen muasin emosi lewat teknologi ini ╋╋ム ╋╋ム ╋╋ム.

Desember, hampir 12 hari saya lewati di bulan terakhir di tahun ini, semua kenangan dan impian selalu aja merujuk pada seorang wanita, entahlah. Soalnya saya tak tahu musti apalagi yang bisa diharapkan, entah uang, pengetahuan, atau apapun selalu menuju wanita aneh tapi real. Dammit!
4 Bulan tepatnya tanpa ada kata-kata "a geura tuang" dari seorang emak yang amat hebat membesarkan dan mendidik saya. Namun, ada kebahagian tersendiri yang saya alami di beberapa bulan tersebut. Ya, dialah orang yang mampu membuat saya menggila akan adanya. Tak perlu deskripsi banyak, dia hebat dan saya percayai dia.

Disini saya mau cerita soal kedekatan saya dan dia.
Kita belum jadian, tepatnya belum pernah jadian. Dia datang dari sebuah negara yang memiliki situs jaringan sosial terbesar beberapa tahun terakhir, dan sayangnya dia bukan bule, malahan dia adalah seorang sunda manis memikat yang memiliki akun di situs tersebut. Dia seumuran dengan saya, hanya berebeda beberapa bulan/hari/jam saja sepertinya. Kita berkenalan lewat situs tersebut, menerangkan basic dari diri masing-masing dan bertukar nomor ponsel. Saya harus akui saat itu saya tengah "mencintai" seorang gadis di sebuah pesantren kakak saya, dan sayangnya kala itu saya berperan sebagai kanvas (sadisnya korban) pelampiasan wanita "alim" tersebut.

Kembali ke cerita semula, saya mulai mendekati gadis sunda itu, saya sms dia, telfon dia, kadang saya telfon ibunya sekedar menanyakan putrinya yang hebat itu.
Suatu hari, masih bergelut dengan jaringan sosial yang sangat booming kala itu, saya galau riang menggila karena mendapati wanita tersebut mencinta dengan seorang laki-laki dari ujung pulau ini. Entahlah, mungkin ia menginginkan saya pergi atau memang mencintainya dengan jari atau suaranya, saya tak mau banyak suudzon terhadapnya. Bangkit, ya bangit adalah kata terbaik untuk menumbuhkan rasa percaya saya, parahnya lagi saya malah terus saja menelfon atau sekedar menanyakan kabarnya, saya seperti pengemis saat itu.

Tahun kedua, dawal tahun lalu saya mencari sebuah toko komputer yang menerima jasa prakerin siswa smk. Anehnya, saya malah mencarinya dimana ia tinggial saat itu. Kita tetap saling menghubungi saat itu dan saya juga tetap percaya akan perasaan saya.
Ada cerita lucu saat pertama saya pulang kampung dari kota ini, entah kenapa dia ingin bertemu saya diakhir vacation saya tersebut. Gagal, hanya kalimat tersebut yang mengerogoti (ciee), kita tak bisa bertemu karena bus yang saya naiki telah meninggalkan statsiun cicaheum dan betapa sakitnya ketika melihatnya berlari di trotoar jalan, saya sangat amat menyesal tidak memberitahunya sejak hari pertama saya sampai disana.

Prakerin berjalan, 3 bulan dari bulan juli, 3 bulan yang penuh dengan hujaman pukulan sakit hati. Bagaimana tidak ? Teman saya yang juga sekamar dengan saya, menikung begitu saja dan gadis sunda itu menerimanya.
Kemesraan mereka, suasana mereka, dan sakitnya senyum palsu yang saya lontarkan didepan mereka, entahlah apa kata terburuk untuk itu.
Pernah suatu hari digedung tempat saya prakerin, saya sedang main game di toko dimana teman saya yang lain prakerin, gadis itu menyapa dan saya tidak menganggapnya, tuh saya lupa sampai saat ini belum meminta maaf terhadapnya.

Ceritanya pulang dari bandung,
Saat itu jelas gak mikirin apa-apa lagi selain "gimana saya lulus dari sini ?" dan singkat cerita akhirnya saya lulus juga dari VHS saya. Saya kira selulusnya dari sana saya bakal mulus aja ngelanjutin perjuangan pendidikan saya. Ternyata tidak, saya harus menikmati minggu terbaik sepanjang umur belasan tahun dirumah dan menjalani aktifitas layaknya "idle boy". Ya walau ditemani beberapa cerita lama yang amat sangat melankolis, saya tetap tak menganggap apa-apa soal bidadari yang numpang buang air kecil itu.
Setelah beberapa hari, saya membicarakan masalah perguruan tinggi dengan orang tua saya, dan disini letak kebimbangan saya akan masa depan karena sang nini yang menginginkan rumah baru dan harus saya tak perlu saya beberkan itu adalah kewajiban orang tua saya. Sudah berapa batang yang saya bakar untuk menemani otak saya yang perlahan mengering, pikiran saya tetap ingin melanjutkan namun dilain tempat kondisi financial yang entah bagaimana keadaannya. Sampai akhirnya, 2 orang terhebat itu menanyakan saya akan kampus mana yang akan dituju kelak.

Mempersingkat tulisan saya, saya memilih bandung dan sudah mendaftar sebagai mahasiwa («sengaja) disana. Harus saya akui, saya tak mengingat gadis itu walau sedang menyendiri istirahat saat masih mondar mandir mencari alamat fakultas yang promosi di sekolah dulu.
Pada suatu hari dia sempat menyakan akan keberadaan saya disini, sejak itulah kedekatan yang mengerat dikedua makhluk ini. Ya begitulah kita saling sms, saling menanyakan dan menjawab. Kadang dia main ke kosan sekedar bermain dan bercerita bersama kakak dan saya tentunya.
Continued next time..........


Ratingnya: 5

Sabtu, 22 Desember 2012

Privacy

Assalamu'alaikum, ada yang kenal saya ? ╋╋ム ╋╋ム ╋╋ム.

Tetap di sebuah kesendirian gadang time dengan keadaan kosan yang antah berantah, sendiri seperti cakra khan ditinggal teman kosan dan tamu kosan yang tertidur pulas.

Pagi ini saya ingin memberikan sedikit argumen tentang privasi menurut saya (ingat, menurut saya).
Bagi saya, privasi adalah sebuah hak pribadi/individual yang orang lain tidak bisa harus tau/perduli akan hak tersebut.
Contohnya gini, akhir-akhir ini sudah gak tenar lagi tuh gaya screen name facebook yang kaya status tersebut, yah kemarin saya sempat membaca sebuah status seorang cewek yang entah kenapa sangat gundah akan orang yang memiliki akun facebook bernama panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget.

Kelihatannya wajar-wajar aja sih, tapi kayaknya berlebihan deh, atau udah lebay ?. Menurut saya keduanya lebay juga sih, yang satu bikin susah temennya nyari akun dia, yang satu perhatian banget ngereview akun orang, dan saya kenapa musti bikin posting kayak gini.

Ya Sudahlah, biarkan anda sendiri yang menilai apa inti catatan pagi ini. Kurang lebihnya, saya minta maaf.
Selamat pagi dan Wasalam (:

Rating: 5

Jumat, 21 Desember 2012

Lelah

Assalamu'alaikum,
Masih di bandung dan terus menginginkan suasana rumah.
Disini, sebuah kosan yang syarat akan kebebasan, saya harus mengakui jenuh dengan kegiatan perkuliahan yang tak kunjung dimengerti. Hampir setiap jadwal jam 7 pagi saya harus merelakan absen saya kosong.
Tak pernah terpikirkan bagaimana peran seorang ibu yang dulu setia membangunkan saat waktu subuh tiba, ia selalu membangunkan seluruh anggota keluarga untuk menunaikan sholat. Dan disini saya harus bangun sendiri, lantas hanya alarm ponsel atau saudara yang bangun karena terganggu suara ponsel saya sendiri. Apalagi kemarin saat saya harus menampar kening karena tidak mengikuti 2 UTS. Dan itu jelas karena kemalasan saya dalam bangun tidur. Semuanya kembali kepada niat dan ketulusan, hal tersebut sangat sulit saya miliki dengan sempurna, semuanya serba tanggung dan cenderung tidak serius sama sekali. Terlebih saya terbebani dengan sebuah kisah melankolis yang tak kunjung mencerah, semakin saya larut dari ini, semakin hilang konsentrasi saya akan belajar.

Entahlah, mungkin saya harus pulang hanya untuk merefresh kondisi saya. Semua masalah saya harus saya delay beberapa waktu, dan banyak yang tak bisa dilakukan. Contohnya kuliah, beberapa minggu kedepan saya harus menghadapi UAS yang sangat saya tunggu.
Tantangan kembali datang dengan ketakutan akan nilai buruk yang seakan berpangku tangan didepan, belum prasyarat mata kuliah agama yang mengharuskan saya membayar mahal dan kelelahan akan kegiatan SSG.

Adik saya, ya adik saya menginginkan saya pulang.

Sangat melelahkan.























Ratingnya: 5

Popular Entries

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More