Jumat, 21 Desember 2012

Lelah

Assalamu'alaikum,
Masih di bandung dan terus menginginkan suasana rumah.
Disini, sebuah kosan yang syarat akan kebebasan, saya harus mengakui jenuh dengan kegiatan perkuliahan yang tak kunjung dimengerti. Hampir setiap jadwal jam 7 pagi saya harus merelakan absen saya kosong.
Tak pernah terpikirkan bagaimana peran seorang ibu yang dulu setia membangunkan saat waktu subuh tiba, ia selalu membangunkan seluruh anggota keluarga untuk menunaikan sholat. Dan disini saya harus bangun sendiri, lantas hanya alarm ponsel atau saudara yang bangun karena terganggu suara ponsel saya sendiri. Apalagi kemarin saat saya harus menampar kening karena tidak mengikuti 2 UTS. Dan itu jelas karena kemalasan saya dalam bangun tidur. Semuanya kembali kepada niat dan ketulusan, hal tersebut sangat sulit saya miliki dengan sempurna, semuanya serba tanggung dan cenderung tidak serius sama sekali. Terlebih saya terbebani dengan sebuah kisah melankolis yang tak kunjung mencerah, semakin saya larut dari ini, semakin hilang konsentrasi saya akan belajar.

Entahlah, mungkin saya harus pulang hanya untuk merefresh kondisi saya. Semua masalah saya harus saya delay beberapa waktu, dan banyak yang tak bisa dilakukan. Contohnya kuliah, beberapa minggu kedepan saya harus menghadapi UAS yang sangat saya tunggu.
Tantangan kembali datang dengan ketakutan akan nilai buruk yang seakan berpangku tangan didepan, belum prasyarat mata kuliah agama yang mengharuskan saya membayar mahal dan kelelahan akan kegiatan SSG.

Adik saya, ya adik saya menginginkan saya pulang.

Sangat melelahkan.























Ratingnya: 5

Sabtu, 15 September 2012

The Summer Buisnes

Assalamu'alaikum, Hello Sad-or-Die, welcoming my new colleague. Yeah it is Bandung you know ?
Seharusnya hari ini saya hadir di sebuah acara yang entah gimana jalan kesana dan jalan acaranya (¯―¯٥) . Mungkin di badan yang kurus basah ini terasa agak demam yang menyebabkan alasan saya tak bisa menghadiri acara tersebut. Actually, there's something gak asik yakni panas badan atau demam umumnya. Nyesel juga sih gak bisa hadir disana, tau juga deh entah karena gak ada temen atau apalah.
Keluar bahasan dan rewind cerita, ada kejadian menyebalkan dan amat memalukan saat pertama datang di kost-an ini. Awalnya memang nyari di daerah Pusdai. Tapi dilihat dari harganya, kayaknya harus survey dulu ke daerah kampus.

Ini pertama kalinya pure nyari kosan di daerah bandung. Dulu emang pernah ngekost di daerah Kaca Piring, Laswi itupun karena dulunya bekas temen yang PKL di tahun sebelum saya. Back to the stories, nyari-nyari di daerah Dipatiukur belakang Kampus (by-the-way Kampus saya saat ini adalah UNIKOM ) gak dapet yang bulanan, semuanya per-tahun dan itu gak saya dan saudara yang nganter harapkan. Pas tepat dibelakang gedung yang lagi dibangun, kita dipanggil sama Om-Om dan ditawari sebuah kamar yang gak lebih gede dari yang saya tempati saat ini, emang sih ada parkiran gede di bawahnya karena ada lapang futsal agak luas, tapi yang bikin gak nyeni adalah harga yang mahal yakni 500k/bulan. Bayangin aja sendiri biaya yang orang tua saya keluarin buat bayar entu, makan, dan neko-neko yang lain.
Tak lama proses negosiasi tak sampai, kita dibawa sama abah yang suka jadi Guide Kost di daerah ini, kita di bawa ke sebuah kosan di Jl. Tubagus Ismail Dalam, disana ada kosan cukup nyaman tapi kurang tentram guys. Rada miring harga adalah alasan kita milih ini tempat, 400k/bulan cukup buat mengurangi jatah makan lebih enak. Singkatin cerita, kita deal dan dapet kamar nomer 9 dan kuncinya.

First night di kosan, kita gak pake acara langsung istirahat. Kita cape-capean lagi buat beresin tuh kamar. Lumayan bikin baju basah lah, tapi wah bikin nyaman abis kamar ini rempong di sapu, pel, sama di isi karpet, kasur, dan 1 biji bantal. So sad, but it's better. Kenapa tadi saya bilang kurang tentram ? Ya, disini rawan sekali akan orang kirang gawe atau umum disebut maling. Pagi hari yang harusnya temen saya pergi kerja, kita malah kehilangan masing-masing sepatu yang kita simpen di luar. Stress = mode standby. Awalnya sih kita nyari-nyari deket pintu orang dan nanya sana-sini tapi tetep kagak ditemukan ┌П┐(◣_◢)┌П┐ . Dia akhirnya pergi pake sendal orang. Saya sendiri dikosan dengan beberapa makanan yang dibawa dari rumah dan ponsel sebagai sahabat setia, sampai sore diem aja di kamar da gak ada alas kaki buat maen, cuma ngemeal - maen hape - ngemeal - maen hape, gitu dan gitu tiap jam nya. Sampai dia dateng bawa makan dan kita sikat sampai teurab.

Yah, segini dulu buat pagi (eh, ini siang apa pagi ? whatevers ) besok-besok nulis lagi kali aja lagi pengen.
Happy satnite buat nyang punya pacar/pasangan, jangan bikin sadnite buat jomblo seperti saya. Mending kita enjoy ngeceng. Yu ah!
Ratingnya: 5

Sabtu, 11 Agustus 2012

#BetterAndBetter

Saung Minisize -, Assalamualaikum visitor, rezpector, dan tor tor yang lain.
Pada kesempatan kali ini, saya mau berbagi tentang apa-apa yang telah saya pelajari dari pengalaman saya.


The Best, sepertinya semua orang bermimpi untuk menjadi akhir dari kata tersebut. Namun, kali ini saya mau memberi saran untuk menjadi pribadi #BetterAndBetter.
Ya benar, ada banyak peribahasa tak ada manusia sempurna. Sekalipun status atau bidang yang lain telah menjadi ter-nya, manusia is manusiawi, tak mungkin ada yang puas hanya dalam posisi itu. Istilahnya diatas awan masih ada langit.
Berbelitnya bahasa saya harap dimaklumi, saya juga manusia.

Menjadi orang yang lebih dan lebih baik ada banyak jalan untuknya serta ada banyak pula kategorinya.
Disini, saya akan menjelaskan apa yang saya jalani untuk bisa menikmati umur anda yang entah telah masa tenggang atau diperpanjang.

1. Display/Penampilan

Pertama saya bilang penampilan karena memang dari sinilah seseorang dapat dinilai. Dalam bagian ini kita harus tahu bagaimana mereka melihat kita, apakah a atau b atau juga z.
Tak perlu muluk-muluk, misalnya bila hari ini kita pakai jeans (untuk wanita), besoknya kita harus berfikir bagaimana kebaikan jeans untuk kita dan apa pandangan orang bila kita wear that pants.

2. Behaviour/Tingkah Laku

Tak tahu juga ini poin keberapa. Tapi saya menjalankannya seperti ini apa adanya.
Haha "apa adanya", semua orang berkata itu dalam memberi tahu perilaku yang diperbuatnya kepada orang lain.
At this step, the most important adalah PIKIRAN. Mengapa ? Cobalah tebak apa yang anda lakukan bila minum obat nyamuk ? Bayangkan, haha tak usah dilanjutkan.

Posisi pikiran anda harus ada dalam level tersabar, katakan "Aku Bisa, Aku Yakin, dan Aku Lakukan!". Kita bisa menjadi lebih baik bila kita ada niat, dan ada keyakinan dalam melakukannya, bukan ?
Mungkin seperti ini, bila kita memperoleh suatu masalah atau musibah, pertama tama kita mencari kesalahan kita terhadap orang lain. Tak perlu merendah, kita harus merenung dan meminta maaf serta istighfar sebaik mungkin, barulah kita menyelesaikan masalah tersebut.
Intinya kita berfikir kebelakang dan melanjutkan keadaan agar membaik.

3. Syukur

Ini adalah poin terbaik dan dominan dalam menjadi orang yang lebih baik.
Kita tak pernah tahu berapa banyak oksigen yang kita hirup selama ini, dan itu gratis. Bersyukurlah, Allah SWT memberi berkah yang tak pernah padam melalui itu.
Pandai pandailah bersyukur akan setiap milisekon yang anda lalui, entah itu musibah atau anugerah.
Bicara tentang musibah, kita harus mensyukurinya karena kita pernah mengalami anugerah sebelumnya dan yakin akan ada anugerah yang lainnya. Caranya ? Ibadah dan bersyukur.

Berhentilah mengeluh, mulailah bersyukur. Karena itulah cara terbaik dalam menjalani hidup agar lebih baik dan lebih baik lagi.


Sekian pembahasan yang saya bagikan kali ini. Kurang lebihnya, anda sendiri yang menilai.
Maaf atas kata-kata kurang mengindahkan mata dan hati anda.

Waslam, terima kasih.

Ratingnya: 5

Kamis, 05 Juli 2012

Dear Allah

Dear Allah and Saung Minisize, Larut malam ini kebimbanganku terusik dan memuat beberapa keluhan pesimis. Aku bukanlah orang yang berotak cerdas dalam bertutur kata, aku hanya dapat bicara apa adanya dan hanya beberapa yang aku "saring" dari ucapan itu.

Pertama, aku ingin berdo'a dan meminta suatu hal yang besar padamu Ya Allah, hamba yang hina ini selalu dan terus ingin menjadi pribadi yang lembut dan lebih baik.
Di sisi lain, mudahkanlah aku dalam beribadah kepada-Mu, agar semua cita-citaku terwujud. Terutama, membahagiakan orang yang membahagiakan hidupku.
Perasaan cintaku, aku harap Kau memberikan kecerdasan untukku agar aku dapat mencintanya, sebagai mana aku harap dia mencintaiku lahir dan juga batin. Bagaimanapun, dia adalah salah satu motivator hebat yang aku bangga dan aku cinta tentunya.

Mestinya, aku lebih banyak mensyukuri apapun nikmat yang telah Kau beri ya Allah. Namun, aku manusia lemah yang terus mencoba kuat dengan berdo'a dan memujamu.
Alhamdulillah, sejauh ini Kau terus memberikan anugerah yang luar biasa hebat dan banyak tentunya padaku.

Alhamulillah, setamat catatan ini dituliskan. Aku harap, Allah memberkati semua do'aku, Amiin.



Ratingnya: 5

Popular Entries

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More