Malem selasa mungkin gak seseru malem jum'at, kawanku berkumpul di tempat biasa. Absen acak dari Iyus, Herdi, Dedi, juga Tardi bergurau tentang life that getting hard.
Aku tidur di bangku dengan kaki keatas motor, pinggirku kakak ipar bernama Herdi lagi nelfon cewek gak jelas, di kursi nampak ang Dedi lagi ngobrol ngerokok sama mang Amir (operator TV kabel kampungku), di kamar 1 ada Iyus sama mang Tardi lagi "bermain" mojok telfon sama gak tau deh. Gak lengkap sih, soalnya si Susan, Budi, sama mang Uja gak dateng. Mereka biasanya yg bikin suasana rame dengan ocehan kelas terinya yg bikin tertawa hahaha. Di meja standbye 3 gelas bekas kopi yg kita-kita minum, gak lupa tembakau gokil juga abu rokok di asbak yg masih mengebul. Jam diding diatas saklar tampak merenung diam.Radio berkicau dengan lagu Syahroni yg teramat melawan mas Nanang.
Disini aku belum lama berkumpul, namun aku mengenal mereka sejak aku bermain kelereng dimasa kecil, masa yg tak bisa alami lagi. Namun disini aku bisa "forgetting" any life problem seperti cinta, masalah keluarga juga sekolah. Disini juga aku bisa tertawa lepas tanpa ada batas sampai perut sakit dan air mata mengalir karena apapun yg kita bahas atau lakukan bisa jadi sebuah lawakan murahan yg membantu.
Mereka memang tidak terlalu kompak, tidak kaya, ataupun ganteng. Tapi mereka punya bakat alami dibidang mereka hidup, seperti iyus yg bertenaga hercules, atau aku yg kata mereka yg segala tau.
Pengen describing mereka lebih sih, tapi pengen baca sms dulu dan pasti penyakit tanpa obat dokter yaitu males akan kambuh dengan meradang. So i'll finalizing nulis kali ini.
Gnitez 'n Waslam, atip :P
Aku tidur di bangku dengan kaki keatas motor, pinggirku kakak ipar bernama Herdi lagi nelfon cewek gak jelas, di kursi nampak ang Dedi lagi ngobrol ngerokok sama mang Amir (operator TV kabel kampungku), di kamar 1 ada Iyus sama mang Tardi lagi "bermain" mojok telfon sama gak tau deh. Gak lengkap sih, soalnya si Susan, Budi, sama mang Uja gak dateng. Mereka biasanya yg bikin suasana rame dengan ocehan kelas terinya yg bikin tertawa hahaha. Di meja standbye 3 gelas bekas kopi yg kita-kita minum, gak lupa tembakau gokil juga abu rokok di asbak yg masih mengebul. Jam diding diatas saklar tampak merenung diam.Radio berkicau dengan lagu Syahroni yg teramat melawan mas Nanang.
Disini aku belum lama berkumpul, namun aku mengenal mereka sejak aku bermain kelereng dimasa kecil, masa yg tak bisa alami lagi. Namun disini aku bisa "forgetting" any life problem seperti cinta, masalah keluarga juga sekolah. Disini juga aku bisa tertawa lepas tanpa ada batas sampai perut sakit dan air mata mengalir karena apapun yg kita bahas atau lakukan bisa jadi sebuah lawakan murahan yg membantu.
Mereka memang tidak terlalu kompak, tidak kaya, ataupun ganteng. Tapi mereka punya bakat alami dibidang mereka hidup, seperti iyus yg bertenaga hercules, atau aku yg kata mereka yg segala tau.
Pengen describing mereka lebih sih, tapi pengen baca sms dulu dan pasti penyakit tanpa obat dokter yaitu males akan kambuh dengan meradang. So i'll finalizing nulis kali ini.
Gnitez 'n Waslam, atip :P
Subscribe
Twitter
Facebook