Kamis, 03 Januari 2013

Complicated

Assalamu'alaikum,
Hai, apa kabar ?
Emang ada orang ya disini ? atau cuma Google bot aja yang mondar-mandir disini ? nevermind saha lah, saya cuma pengen muasin emosi lewat teknologi ini ╋╋ム ╋╋ム ╋╋ム.

Desember, hampir 12 hari saya lewati di bulan terakhir di tahun ini, semua kenangan dan impian selalu aja merujuk pada seorang wanita, entahlah. Soalnya saya tak tahu musti apalagi yang bisa diharapkan, entah uang, pengetahuan, atau apapun selalu menuju wanita aneh tapi real. Dammit!
4 Bulan tepatnya tanpa ada kata-kata "a geura tuang" dari seorang emak yang amat hebat membesarkan dan mendidik saya. Namun, ada kebahagian tersendiri yang saya alami di beberapa bulan tersebut. Ya, dialah orang yang mampu membuat saya menggila akan adanya. Tak perlu deskripsi banyak, dia hebat dan saya percayai dia.

Disini saya mau cerita soal kedekatan saya dan dia.
Kita belum jadian, tepatnya belum pernah jadian. Dia datang dari sebuah negara yang memiliki situs jaringan sosial terbesar beberapa tahun terakhir, dan sayangnya dia bukan bule, malahan dia adalah seorang sunda manis memikat yang memiliki akun di situs tersebut. Dia seumuran dengan saya, hanya berebeda beberapa bulan/hari/jam saja sepertinya. Kita berkenalan lewat situs tersebut, menerangkan basic dari diri masing-masing dan bertukar nomor ponsel. Saya harus akui saat itu saya tengah "mencintai" seorang gadis di sebuah pesantren kakak saya, dan sayangnya kala itu saya berperan sebagai kanvas (sadisnya korban) pelampiasan wanita "alim" tersebut.

Kembali ke cerita semula, saya mulai mendekati gadis sunda itu, saya sms dia, telfon dia, kadang saya telfon ibunya sekedar menanyakan putrinya yang hebat itu.
Suatu hari, masih bergelut dengan jaringan sosial yang sangat booming kala itu, saya galau riang menggila karena mendapati wanita tersebut mencinta dengan seorang laki-laki dari ujung pulau ini. Entahlah, mungkin ia menginginkan saya pergi atau memang mencintainya dengan jari atau suaranya, saya tak mau banyak suudzon terhadapnya. Bangkit, ya bangit adalah kata terbaik untuk menumbuhkan rasa percaya saya, parahnya lagi saya malah terus saja menelfon atau sekedar menanyakan kabarnya, saya seperti pengemis saat itu.

Tahun kedua, dawal tahun lalu saya mencari sebuah toko komputer yang menerima jasa prakerin siswa smk. Anehnya, saya malah mencarinya dimana ia tinggial saat itu. Kita tetap saling menghubungi saat itu dan saya juga tetap percaya akan perasaan saya.
Ada cerita lucu saat pertama saya pulang kampung dari kota ini, entah kenapa dia ingin bertemu saya diakhir vacation saya tersebut. Gagal, hanya kalimat tersebut yang mengerogoti (ciee), kita tak bisa bertemu karena bus yang saya naiki telah meninggalkan statsiun cicaheum dan betapa sakitnya ketika melihatnya berlari di trotoar jalan, saya sangat amat menyesal tidak memberitahunya sejak hari pertama saya sampai disana.

Prakerin berjalan, 3 bulan dari bulan juli, 3 bulan yang penuh dengan hujaman pukulan sakit hati. Bagaimana tidak ? Teman saya yang juga sekamar dengan saya, menikung begitu saja dan gadis sunda itu menerimanya.
Kemesraan mereka, suasana mereka, dan sakitnya senyum palsu yang saya lontarkan didepan mereka, entahlah apa kata terburuk untuk itu.
Pernah suatu hari digedung tempat saya prakerin, saya sedang main game di toko dimana teman saya yang lain prakerin, gadis itu menyapa dan saya tidak menganggapnya, tuh saya lupa sampai saat ini belum meminta maaf terhadapnya.

Ceritanya pulang dari bandung,
Saat itu jelas gak mikirin apa-apa lagi selain "gimana saya lulus dari sini ?" dan singkat cerita akhirnya saya lulus juga dari VHS saya. Saya kira selulusnya dari sana saya bakal mulus aja ngelanjutin perjuangan pendidikan saya. Ternyata tidak, saya harus menikmati minggu terbaik sepanjang umur belasan tahun dirumah dan menjalani aktifitas layaknya "idle boy". Ya walau ditemani beberapa cerita lama yang amat sangat melankolis, saya tetap tak menganggap apa-apa soal bidadari yang numpang buang air kecil itu.
Setelah beberapa hari, saya membicarakan masalah perguruan tinggi dengan orang tua saya, dan disini letak kebimbangan saya akan masa depan karena sang nini yang menginginkan rumah baru dan harus saya tak perlu saya beberkan itu adalah kewajiban orang tua saya. Sudah berapa batang yang saya bakar untuk menemani otak saya yang perlahan mengering, pikiran saya tetap ingin melanjutkan namun dilain tempat kondisi financial yang entah bagaimana keadaannya. Sampai akhirnya, 2 orang terhebat itu menanyakan saya akan kampus mana yang akan dituju kelak.

Mempersingkat tulisan saya, saya memilih bandung dan sudah mendaftar sebagai mahasiwa («sengaja) disana. Harus saya akui, saya tak mengingat gadis itu walau sedang menyendiri istirahat saat masih mondar mandir mencari alamat fakultas yang promosi di sekolah dulu.
Pada suatu hari dia sempat menyakan akan keberadaan saya disini, sejak itulah kedekatan yang mengerat dikedua makhluk ini. Ya begitulah kita saling sms, saling menanyakan dan menjawab. Kadang dia main ke kosan sekedar bermain dan bercerita bersama kakak dan saya tentunya.
Continued next time..........


Ratingnya: 5

Sabtu, 22 Desember 2012

Privacy

Assalamu'alaikum, ada yang kenal saya ? ╋╋ム ╋╋ム ╋╋ム.

Tetap di sebuah kesendirian gadang time dengan keadaan kosan yang antah berantah, sendiri seperti cakra khan ditinggal teman kosan dan tamu kosan yang tertidur pulas.

Pagi ini saya ingin memberikan sedikit argumen tentang privasi menurut saya (ingat, menurut saya).
Bagi saya, privasi adalah sebuah hak pribadi/individual yang orang lain tidak bisa harus tau/perduli akan hak tersebut.
Contohnya gini, akhir-akhir ini sudah gak tenar lagi tuh gaya screen name facebook yang kaya status tersebut, yah kemarin saya sempat membaca sebuah status seorang cewek yang entah kenapa sangat gundah akan orang yang memiliki akun facebook bernama panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget.

Kelihatannya wajar-wajar aja sih, tapi kayaknya berlebihan deh, atau udah lebay ?. Menurut saya keduanya lebay juga sih, yang satu bikin susah temennya nyari akun dia, yang satu perhatian banget ngereview akun orang, dan saya kenapa musti bikin posting kayak gini.

Ya Sudahlah, biarkan anda sendiri yang menilai apa inti catatan pagi ini. Kurang lebihnya, saya minta maaf.
Selamat pagi dan Wasalam (:

Rating: 5

Jumat, 21 Desember 2012

Lelah

Assalamu'alaikum,
Masih di bandung dan terus menginginkan suasana rumah.
Disini, sebuah kosan yang syarat akan kebebasan, saya harus mengakui jenuh dengan kegiatan perkuliahan yang tak kunjung dimengerti. Hampir setiap jadwal jam 7 pagi saya harus merelakan absen saya kosong.
Tak pernah terpikirkan bagaimana peran seorang ibu yang dulu setia membangunkan saat waktu subuh tiba, ia selalu membangunkan seluruh anggota keluarga untuk menunaikan sholat. Dan disini saya harus bangun sendiri, lantas hanya alarm ponsel atau saudara yang bangun karena terganggu suara ponsel saya sendiri. Apalagi kemarin saat saya harus menampar kening karena tidak mengikuti 2 UTS. Dan itu jelas karena kemalasan saya dalam bangun tidur. Semuanya kembali kepada niat dan ketulusan, hal tersebut sangat sulit saya miliki dengan sempurna, semuanya serba tanggung dan cenderung tidak serius sama sekali. Terlebih saya terbebani dengan sebuah kisah melankolis yang tak kunjung mencerah, semakin saya larut dari ini, semakin hilang konsentrasi saya akan belajar.

Entahlah, mungkin saya harus pulang hanya untuk merefresh kondisi saya. Semua masalah saya harus saya delay beberapa waktu, dan banyak yang tak bisa dilakukan. Contohnya kuliah, beberapa minggu kedepan saya harus menghadapi UAS yang sangat saya tunggu.
Tantangan kembali datang dengan ketakutan akan nilai buruk yang seakan berpangku tangan didepan, belum prasyarat mata kuliah agama yang mengharuskan saya membayar mahal dan kelelahan akan kegiatan SSG.

Adik saya, ya adik saya menginginkan saya pulang.

Sangat melelahkan.























Ratingnya: 5

Sabtu, 15 September 2012

The Summer Buisnes

Assalamu'alaikum, Hello Sad-or-Die, welcoming my new colleague. Yeah it is Bandung you know ?
Seharusnya hari ini saya hadir di sebuah acara yang entah gimana jalan kesana dan jalan acaranya (¯―¯٥) . Mungkin di badan yang kurus basah ini terasa agak demam yang menyebabkan alasan saya tak bisa menghadiri acara tersebut. Actually, there's something gak asik yakni panas badan atau demam umumnya. Nyesel juga sih gak bisa hadir disana, tau juga deh entah karena gak ada temen atau apalah.
Keluar bahasan dan rewind cerita, ada kejadian menyebalkan dan amat memalukan saat pertama datang di kost-an ini. Awalnya memang nyari di daerah Pusdai. Tapi dilihat dari harganya, kayaknya harus survey dulu ke daerah kampus.

Ini pertama kalinya pure nyari kosan di daerah bandung. Dulu emang pernah ngekost di daerah Kaca Piring, Laswi itupun karena dulunya bekas temen yang PKL di tahun sebelum saya. Back to the stories, nyari-nyari di daerah Dipatiukur belakang Kampus (by-the-way Kampus saya saat ini adalah UNIKOM ) gak dapet yang bulanan, semuanya per-tahun dan itu gak saya dan saudara yang nganter harapkan. Pas tepat dibelakang gedung yang lagi dibangun, kita dipanggil sama Om-Om dan ditawari sebuah kamar yang gak lebih gede dari yang saya tempati saat ini, emang sih ada parkiran gede di bawahnya karena ada lapang futsal agak luas, tapi yang bikin gak nyeni adalah harga yang mahal yakni 500k/bulan. Bayangin aja sendiri biaya yang orang tua saya keluarin buat bayar entu, makan, dan neko-neko yang lain.
Tak lama proses negosiasi tak sampai, kita dibawa sama abah yang suka jadi Guide Kost di daerah ini, kita di bawa ke sebuah kosan di Jl. Tubagus Ismail Dalam, disana ada kosan cukup nyaman tapi kurang tentram guys. Rada miring harga adalah alasan kita milih ini tempat, 400k/bulan cukup buat mengurangi jatah makan lebih enak. Singkatin cerita, kita deal dan dapet kamar nomer 9 dan kuncinya.

First night di kosan, kita gak pake acara langsung istirahat. Kita cape-capean lagi buat beresin tuh kamar. Lumayan bikin baju basah lah, tapi wah bikin nyaman abis kamar ini rempong di sapu, pel, sama di isi karpet, kasur, dan 1 biji bantal. So sad, but it's better. Kenapa tadi saya bilang kurang tentram ? Ya, disini rawan sekali akan orang kirang gawe atau umum disebut maling. Pagi hari yang harusnya temen saya pergi kerja, kita malah kehilangan masing-masing sepatu yang kita simpen di luar. Stress = mode standby. Awalnya sih kita nyari-nyari deket pintu orang dan nanya sana-sini tapi tetep kagak ditemukan ┌П┐(◣_◢)┌П┐ . Dia akhirnya pergi pake sendal orang. Saya sendiri dikosan dengan beberapa makanan yang dibawa dari rumah dan ponsel sebagai sahabat setia, sampai sore diem aja di kamar da gak ada alas kaki buat maen, cuma ngemeal - maen hape - ngemeal - maen hape, gitu dan gitu tiap jam nya. Sampai dia dateng bawa makan dan kita sikat sampai teurab.

Yah, segini dulu buat pagi (eh, ini siang apa pagi ? whatevers ) besok-besok nulis lagi kali aja lagi pengen.
Happy satnite buat nyang punya pacar/pasangan, jangan bikin sadnite buat jomblo seperti saya. Mending kita enjoy ngeceng. Yu ah!
Ratingnya: 5

Popular Entries

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More